1.300 Penari Gandrung Tampil memukau Pantai Boom dan Selat Bali Jadi Berkilau

1.300 Penari Gandrung Tampil memukau  Pantai Boom dan Selat Bali Jadi Berkilau

Banyuwangi(omahberita.com),-Sedikitnya 1300 penari Gandrung tampil memukau dalam malam puncak Festival budaya tahunan Banyuwangi “Gandrung Sewu” pada Sabtu (24/10/2026) malam.

Mereka membawakan tari kolosal menari di Pantai Boom Marina Banyuwangi di sisi barat Selat Bali. Acara tahunan itu ditonton ribuan orang secara langsung, maupun lewat saluran media sosial.

Para penari itu tampil dengan dengan konsep "glow in the dark" yang menampilkan kilauan cahaya pada kostum dan gerakan tari, menghadirkan pertunjukan kolosal pada malam hari yang memadukan tradisi budaya Blambangan dengan kreativitas baru.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani

Perpaduan tata dan efek visual itu nampak menonjol dan meriah dalam suasana malam di kawasan Pantai Marina Boom. Para penari menggunakan elemen posfor yang dipadukan dengan tata cahaya.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan, pertunjukan Gandrung Sewu tahun ini untuk pertama kalinya digelar pada malam hari. Dengan mengusung tema “ Kembang Dermo”, acara tersebut melibatkan sebanyak 1300 orang penari.

"Dan sebanyak 200 orang penari, berasal dari luar Banyuwangi, seperti Lampung, Jakarta, Palembang, Bali, Malang, Batu, Blitar, Pasuruan dan Kediri," kata Ipuk.

Ipuk mengaku senang dan bersyukur karena acara itu mendapat sambutan tinggi dari kalangan generasi muda. Bergabungnya 200 anak-anak muda dari luar Banyuwangi menjadi tantangan sekaligus kemewahan tersendiri bagi eksistensi budaya khasa Banyuwangi itu.

Antusiasme anak muda itu , kata Ipuk, memperlihatkan peran pertunjukan budaya sebagai sarana regenerasi seniman dan pengenalan kesenian daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

“Ini sekaligus menjadi bukti bahwa tradisi Banyuwangi mampu beradaptasi, dan berkembang mengikuti zaman, tanpa kehilangan jati dirinya,”

Tingginya minat peserta dari luar Banyuwangi, menunjukkan bahwa Gandrung Sewu tidak hanya menjadi ruang pelestarian seni tradisional, tetapi juga daya tarik budaya yang menjangkau generasi muda lintas daerah.

0 Komentar

1500 karakter tersisa
Belum ada Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement