Tahun Depan, 10.600 Jemaah Haji Jatim Disiapkan Berangkat Lewat Embarkasi Dhoho Kediri

Tahun Depan, 10.600 Jemaah Haji Jatim Disiapkan Berangkat Lewat Embarkasi Dhoho Kediri

Kediri(omahberita.com),-Mulai tahun 2027 nanti, calon jamaah haji dari 15 kabupaten/kota disiapkan berangkat ke Tanah Suci melalui Embarkasi Dhoho, Kediri. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Timur, Mahmudi mengatakan, 15 kabupaten/kota tersebut meliputi Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Nganjuk, Tulungagung, Trenggalek, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Jombang, dan Bojonegoro.

"Dari 15 kabupaten/kota itu, jika ditotal dengan petugas, jumlah jemaah haji sebanyak 10.700 orang," kata Mahmudi, Selasa (20/10/2026).

Dalam beberapa hari ini, kata Mahmudi, Kemenhaj Jatim mulai melakukan simulasi, dan sejumlah persiapan untuk pelaksanaan haji 2027, termasuk menyiapkan akomodasi bagi jemaah sebelum pemberangkatan.

Soal penggunaan hotel atau penginapan, kata dia, Tim Kemenhaj telah meninjau sejumlah lokasi, dan akan menggunakan mess milik PT. Gudang Garam di Kediri. Mahmudi menilai fasilitas tersebut cukup representatif, terutama dari sisi keamanan dan kenyamanan jemaah. Meski demikian, masih diperlukan sejumlah penyesuaian layanan sebelum mess tersebut dapat digunakan.

“Kemarin kami tengok, jadi kami itu melihat kondisi mess itu sangat representatif karena dari segi keamanan, dari segi kenyamanan, jemaah itu akan dapat,” imbuhnya.

Penggunaan mess tersebut masih menjadi opsi yang dipertimbangkan dalam persiapan Embarkasi Dhoho. Kemenhaj Jatim berharap fasilitas itu dapat memenuhi kebutuhan jemaah selama proses pemberangkatan apabila nantinya ditetapkan sebagai lokasi akomodasi.

Di sisi lain, persiapan keberangkatan jemaah haji Jatim 2027 juga sudah mulai berjalan. Dari total kuota sebanyak 42.409 jemaah, proses persiapan meliputi pengurusan paspor, visa hingga pemeriksaan kesehatan.

Mahmudi menegaskan, calon jemaah harus memenuhi syarat istitha’ah (mampu secara mental, dan fisik) kesehatan agar dapat diberangkatkan ke Tanah Suci. Oleh karena itu, pihaknya meminta calon jemaah untuk mempersiapkan kondisi kesehatannya sejak dini. (*)

0 Komentar

1500 karakter tersisa
Belum ada Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement