Tokoh-tokoh Nasional Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Karhutla Pembukaan Lahan Sawit di Kalimantan
Karhutla Pembukaan Lahan Sawit di Kalimantan

Jakarta(omahberita.com),-Setelah kalngan DPRD RI, kini sejumlah tokoh nasional yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB), mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional menyusul meluasnya kebakaran dan dampaknya terhadap masyarakat di dalam dan luar negeri.

GNB merupakan gerakan etis nonpartisan yang melibatkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Nyai Sinta Nuriyah Wahid, K.H. Mustofa Bisri atau Gus Mus, Franz Magnis-Suseno, M. Quraish Shihab, dan Ignatius Kardinal Suharyo.

Dalam keterangannya pada Selasa (13/10/2026) malam, GNB menilai penetapan status bencana nasional diperlukan agar penanganan karhutla lebih terpadu sekaligus mempercepat pemenuhan hak dasar masyarakat terdampak sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

GNB meminta pemerintah meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak, khususnya perempuan, anak-anak, dan kelompok rentan. Pemerintah juga didesak menegakkan hukum secara adil dan transparan terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab, termasuk perusahaan besar.

Selain itu, GNB mendorong pemerintah memperbaiki komunikasi publik dan tidak semata-mata menyalahkan faktor alam. Pembakaran untuk pembukaan lahan perkebunan skala besar harus menjadi perhatian dalam pencegahan karhutla.

GNB juga meminta pemerintah membuka peluang bantuan dari negara sahabat dan lembaga internasional, menjaga hubungan dengan negara tetangga yang terdampak kabut asap, serta mempertegas larangan penggunaan api untuk pembukaan lahan skala besar.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan sebanyak 639,23 hektare lahan di enam provinsi masih terbakar atau dalam proses pemadaman. Keenam provinsi yang terdampak karhutla tersebut meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.

"Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan masih menjadi fokus penanganan. BNPB juga mencatat kebakaran baru seluas 513,89 hektare di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah,"katanya.(*)

0 Komentar

1500 karakter tersisa
Belum ada Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement