Cilegon (omahberita.com) - Tiga penumpang KMP Batumandi yang terbakar di perairan dekat Pelabuhan Merak, Banten, masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sementara itu, 11 penumpang lainnya yang sebelumnya mendapatkan perawatan medis telah diperbolehkan pulang.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menyampaikan perkembangan tersebut pada Rabu (21/10/2026). ASDP memastikan ketiga penumpang yang masih dirawat mendapatkan penanganan medis hingga kondisinya pulih.
Menurut Heru, para korban mengalami cedera, mulai dari terkilir hingga dugaan patah tulang. Perusahaan terus berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan untuk memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik. Sebelumnya, kebakaran melanda KMP Batumandi saat kapal sedang menuju Dermaga VI Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, pada Selasa (20/10/2026).
Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB. Kemudian, sekitar pukul 16.15 WIB, petugas darat melihat percikan api di bagian buritan kapal, tepatnya di dek atas yang digunakan untuk mengangkut kendaraan kecil. Insiden tersebut membuat penumpang harus segera dievakuasi. Sebanyak 420 penumpang dan 40 awak kapal berhasil diselamatkan. Kapal tersebut juga mengangkut 89 unit kendaraan.
ASDP Siapkan Ganti Rugi Kendaraan dan Barang
Selain menangani kondisi penumpang, ASDP bersama Jasa Raharja juga melakukan pendataan kendaraan dan barang milik penumpang yang terdampak atau hilang akibat kebakaran.
Pendataan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses verifikasi untuk menentukan mekanisme penggantian kerugian sesuai ketentuan yang berlaku.
ASDP juga mengapresiasi bantuan berbagai pihak dalam proses evakuasi, termasuk TNI, Polri, Basarnas, serta nelayan di sekitar Pelabuhan Merak yang turut membantu menyelamatkan penumpang.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga Rabu (21/10/2026), penyebab pasti kebakaran KMP Batumandi masih belum diketahui. ASDP berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), serta kepolisian untuk mendukung proses investigasi.
Area di sekitar kapal juga disterilkan untuk menjaga keamanan dan mempertahankan lokasi sebagai barang bukti. Proses pendinginan dilakukan karena suhu di sekitar kapal masih tinggi.
Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap penyebab kebakaran yang terjadi saat kapal hendak bersandar di Pelabuhan Merak tersebut.
Sementara itu, ASDP memastikan penanganan penumpang dan proses pemulihan pascainsiden tetap menjadi prioritas, termasuk memastikan korban yang masih dirawat memperoleh layanan medis yang dibutuhkan.
Sumber: detikNews dan ANTARA.

as a preferred source on Google
0 Komentar